AdvertisementUfo di Bantu - Belum reda kehebohan masyarakat indonesia setelah dugaan munculnya ufo di sleman, kali ini dugaan munculnya ufo terjadi di Bantul. Dugaan munculnya Ufo di bantul ini ada setelah juga munculnya crop circle seperti halnya crop circle di sleman. Crop circle di bantul ini jaraknya hanya 5 km dari crop circle di sleman. Foto crop circle di bantul akan saya sediakan disini beserta berita lengkap dari beberapa media online terpercaya.

UFO Bantul Hanya 5 Kilometer dari UFO Sleman
TEMPO Interaktif, Bantul - Crop circle yang ditemukan di Dusun Wanujoyo Kidul, Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, hanya berjarak 5 kilometer dari crop circle Jogotirto, Berbah, Sleman. Jika ditempuh dengan sepeda motor hanya sekitar lima menit saja ke arah tenggara dari Berbah.
Sebelum ditemukan lingkaran yang diyakini banyak orang merupakan jejak UFO itu, tidak ada tanda-tanda seperti angin, cahaya atau suara gaduh. Bentuk lingkaran yang ditemukan Harjono, 47 tahun, warga setempat, itu mirip lingkaran yang ada di Berbah. Hanya saja ukurannya lebih kecil. Sedangkan warna padi separuh masih hijau dan separuhnya sudah menguning.
"Saya mengira hanya padi roboh saja saat melihat sawah, ternyata bentuknya mirip lingkaran yang ada di Berbah," kata Harjono, Selasa (25/1).
Menurut Maryono, salah satu pemilik sawah yang ada lingkaran itu, tidak ada kegiatan di sawahnya kecuali petani yang menyiangi rumput dan memupuk padi.
Sebelum ditemukan adanya lingkaran, juga tidak ada cahaya atau suara gaduh. Apalagi jika ada kegiatan segerombolan orang yang merusak tanamannya, pasti para pemilik sawah akan marah. "Tidak ada niat untuk bikin sensasi, saya hanya mengira itu karena angin," kata dia.
Memang di beberapa lahan persawahan juga tampak padi roboh akibat angin, tetapi tidak membentuk lingkaran.
Lokasi lingkaran yang ada di Piyungan memang dekat Bukit Patuk yang memasuki wilayah Kabupaten Gunungkidul. Tetapi, dari bukit itu, lingkaran tidak bisa terlihat karena banyak pepohonan di sekitar pesawahan itu.
Jika lingkaran yang ada di Berbah berada di bawah kabel listrik SUTET, di Piyungan berada di persawahan yang di sisi timurnya banyak pohon besar dan di sisi barat terdapat rumah atau pertokoan pinggir jalan tembus Prambanan-Piyungan.
Sumber

UFO Terlihat di Langit Bantul
JAKARTA, KOMPAS.com — Penampakan unidentified flying object (UFO) kembali terjadi di Indonesia. Pengamat penerbangan, Dudi Sudibyo, melihatnya secara langsung dari dalam pesawat yang ditumpanginya dan bahkan sempat merekam beberapa foto objek misterius itu dengan kameranya. Peristiwa tersebut terjadi pada 16 Oktober 2009 saat Dudi dalam penerbangan dari Jakarta menuju Yogyakarta menggunakan pesawat Lion Air Boeing 737-900ER dengan nomor penerbangan JT552.
Ia tak pernah mengira sebelumnya kalau benda yang dipotretnya adalah UFO. "Jadi, waktu itu pesawat kami harus berputar sekali sebelum mendarat karena Garuda akan mendarat lebih dulu. Ketinggiannya di bawah 5.000 kaki di atas Bantul. Saya tertarik melihat keluar karena langit biru sekali tanpa awan. Saya lihat ada logo Lion Air di sirip sayap kiri. Waktu saya mau memotret, tiba-tiba ada cahaya blitz istilahnya blinking," kata Dudi menceritakan awal-awal kesaksiannya kepada Kompas.com, Rabu (09/12/2009) malam lewat telepon.
Dudi pun melanjutkan niatnya memotret sirip pesawat dengan logo maskapai penerbangan tersebut dengan latar belakang langit yang sangat cerah. Ketika melihat hasilnya, ia sangat terkejut karena muncul titik-titik cahaya yang misterius di dua foto hasil pemotretannya. Dudi menggunakan kamera Nikon 40DX dengan lensa Nikkor 55 mm.
"Di foto pertama terlihat tiga titik, dua solid lainnya berupa asap atau awan. Saya potret lagi menjadi 9 titik, 3 padat, 6 lainnya awan," kata Dudi.
Pemotretan pertama dilakukan pukul 09.03 dan hanya berselang beberapa detik dengan pemotretan kedua. Titik-titik cahaya langsung menghilang begitu Dudi mencoba mengambil gambar ketiga. Ia yakin titik-titik cahaya tersebut melayang di arah sekitar sirip karena jika karena noda di jendela, seharusnya tidak hilang. Apalagi, pesawat yang digunakannya pesawat baru dan jendelanya jernih sekali.
Penasaran dengan penampakan yang dilihatnya, Dudi kemudian mengirimkan kedua foto tersebut kepada Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Adi Sadewo Salatun melalui e-mail. Menurut Dudi, rangkaian foto tersebut mengejutkan Adi karena begitu diperbesar terlihat seperti terjadi proses materialisasi dari gas ke solid. "Istilahnya morphing, benda berubah dari solid menjadi gas atau sebaliknya dalam waktu singkat," kata Dudi.
Morphing merupakan salah satu fenomena kemunculan benda terbang misterius yang sampai saat ini belum terpecahkan asalnya. Dudi termasuk beruntung karena penampakan seperti itu biasanya berlangsung sangat cepat dalam hitungan detik. Meski banyak laporan sejenis, biasanya tak sempat terekam kamera.
Apakah yang sebenarnya dilihat Dudi? Wahana mahkluk asing kah? Pesawat mata-mata kah? Atau fenomena cahaya yang sesungguhnya lumrah? Misteri itulah yang selama berpuluh tahun berusaha dipecahkan para ilmuwan sehingga muncul istilah "benda terbang tak dikenal" alias UFO.
Sumberadvertiser
No comments:
Post a Comment